Awal mula fotografi
Hasil fotografi permanen pertama diciptakan pada
tahun 1822 oleh seorang penemu asal Perancis, Nicéphore Niépce, dengan teknik
Heliografi. Teknik heliographi menggunakan bitumen sebagai pelapis diatas kaca
atau besi yang mengeras bila terkena cahaya, lalu kaca/besi tersebut dicuci
dengan minyak atau lavender dan bekas cairan yang mengeras akan menghasilkan
gambar. Objek yang sering diambil olehnya adalah gambar-gambar pemandangan.
Pada tahun 1839, proses pencetakan foto lewat
negatif ditemukan oleh William Henry fox Tablot seorang penemu asal Britania Raya.
Pada tahun yang sama negatif kaca pun ditemukan oleh John Herschel dengan
menggunakan teknik sodium thiosulfateatau disebut juga sebagai fixer. pada
tahun 1851, William Henry fox Tablot menemukan teknik untuk mencetak
banyak foto lewat mesin pencetak dengan memecah gambar menjadi titik-titik
kecil.
Pada tahun 1854, kamera dengan 8 lensa ditemukan
oleh André-Adolphe-Eugène Disdéri, seorang fotografer dari Perancis. Kamera ini
bisa menghasilkan 8 gambar dalam sebuah foto, setelah gambar tersebut dicetak
diatas kertas albumen, gambar-gambar tersebut harus dipotong-potong dan menjadi
seukuran kartu, hal tersebutlah yang menginspirasikan kata visiting card.
Fotografi Berwarna
Foto berwarna pertama dibuat pada tahun 1861 oleh
James Clark Maxwell. ada pula metode lain untuk menghasilkan foto berwarna,
yaitu subtractive color photography(pencampuran warna-warna spektrum
dasar – Kuning, Magenta dan Cyan – untuk menghasilkan warna yang sesuai) yang
dipatenkan oleh Louis Arthur Ducos du Hauron pada 1868
Seterusnya sampai sekarang
film untuk foto pun ditemukan, awalnya terbuat dari
emulsi gelatin yang ditemukan oleh Richard Maddox pada tahun 1871, sensometri –
sebutan untuk kepekaan emulsi fotografis – dievaluasi secara sistematis
oleh F. Hurter & V. C. Driffield pada tahun 1876. pada tahun 1887 film
seluloid yang pertama diperkenalkan.
sebuah foto high-speed pertama dibuat pada tahun
1878 oleh Eadweard Muybridge. foto tersebut adalah seekor kuda yang berlari,
dibuat dengan system trip-wyre
kamera pertama yang mudah digunakan dan dibawa
kemana-mana dipasarkan oleh Kodak pada tahun 1888. Produk yang ditawarkan KODAK
adalah sebuah kamera kecil berukuran box yang menyimpan roll film. produk ini
adalah hasil penelitian George Eastman yang telah meneliti sejak 1877. bahan
kimia yang digunakan pada roll film tersebut adalah perak bominda. kamera ini
banyak diminati karena sangat mudah digunakan dan praktis. KODAK pun terus
mengembangkan produk-produk kamera mudah dipakainya seiring berkembangnya
teknologi dan zaman.
pada masa kini seiring masuknya era digital,
teknologi fotografi pun sudah sangat berkembang. sekarang sudah banyak orang
yang bisa dengan mudah menghasilkan foto dengan kamera digital atau kamera
handphone. kamera analog pun masih digunakan namun tidak sesering kamera
digital. orang-orang beralih pada kamera digital karena lebih praktis dan
mudah, selain itu proses pencetakkannya lebih cepat dan kualitas gambar yang
dihasilkan sangat optimal.






0 comments:
Post a Comment