Friday, 8 August 2014

Apa itu Cloud Computing? bagaimana membangunnya?

Cloud Computting atau komputasi awan adalah komputasi berbasis internet dimana semua layanan dapat digunakan atau di akses melalui internet. Secara teknis gabungan dari banyak server untuk menyediakan sumber daya agar dapat di mafaatkan bersama. Sumber daya bisa berupa apliaksi, storage, data dan lain lain. Sebenarnya sebagian teknologi ini sudah akrab denga kita seperti layanan email, yahoo, plasa, google, Hotmail, skydrive, google doc dan office Web app.
Layanan Cloud Computing harus dapat diakses dari mana saja, kapan saja dan alat apa saja seperti layanan email bisa di akses dari kantor, rumah, warnet menggunakan komputer, handphone atau tablet asalkan semua terkoneksi ke internet. Dengan layanan ini pelanggan dapat membeli atau berlangganan layanan sesuai dengan yang mereka butuhkan saat itu, dengan kata lain juga suatu hari terjadi peningkatan, pelanggan dapat menambah paket layanan dan jika suatu hari kebutuhan menurun pelanggan juga dapat menurunkan paketnya hal ini akan menghemat biaya pengeluaran pelanggan. Tentu yang di untungkan adalah pelanggan mereka tidak perlu berinvestasi secara besar-besaran di depan. Seperti harus membeli hardware, license, melakukan development atau maintenance, semua akan di lakukan oleh penyedia layanan Cloud Computing. Layanan ini juga sangat cocok untuk UKM (usaha kecil dan menengah) yang biasanya tidak mempunyai biaya IT yang begitu besar, dengan biaya yang mereka miliki mereka sudah bisa menikmati sebuah layanan yang setara dengan perusahaan besar.

Setelah kita bicara pengertian umum cloud computing selanjutnya kita akan membahas secara teknis bagaimana cloud computing dibangun, teknologi apa yang di gunakan dan bagaiman melakukan management dan kontrol. Hampir semua Cloud Computing dibangun dengan teknologi virtuliasai, dengan teknologi ini kita dapat memaksimalkan kerja hardare secara maksimal. Yang biasanya hardware hanya bekerja sekitar 20% kita dapat memaksimalkannya menjadi 85% dengan begitu kita dapat menghemat biaya pengeluaran IT kita. 

Tidak lama lagi Cloud Computing akan menjadi booming tidak hanya di luar negeri tetapi juga di Indonesia, lihat saja di situs-situs berita online operator-oprator seluler juga sudah mulai melirik bisnis ini, di samping perusahaan IT yang memang sudah berkecimpung di dunai tersebut. dan kebutuhan untuk pekerja IT yang mempunyai skill di bidang ini tentu akan sangat meningkat. Perusahaan besar yang tak ingin menempatkan data center mereka dihak ketiga juga sudah mulai memikirkan teknologi ini dengan membuat sebuah private cloud sendiri, karena dengan ini mereka dapat menekan biaya oprasional IT mereka. Tentunya ini akan menyedot tenaga kerja yang sangat besar, selain itu perusahaan-perusahaan besar juga menginginkan staf IT mereka memelajari teknologi ini, tak terkecuali buat para mahasiswa hal ini bocoran besar buat anda mulailah belajar sejak dini, tanpa pengetahuan yang cukup anda hanya akan menjadi Sarjana pengangguran.


Sumber : http://www.jasakom.com/content.php?888-Apa-itu-Cloud-Computing-bagaimana-membangunnya-dan-bagaiman-peluang-bagi-pekerja-IT

Mengenal BackTrack dan Kali Linux

BackTrack dan Kali Linux
Backtrack sudah dikenal lama sebagai sistem operasi yang digunakan oleh para hacker dan pakar keamanan dimana versi terakhir yang dikeluarkannya adalah versi 5 R3 yang diperkenalkan pada saat acara BlackHat dan Defcon 2012 namun tidak ada yang mengira bahwa inilah versi terakhir dari sistem operasi yang paling terkenal untuk kalangan hacker ini. 

Backtrack

Distro BackTrack sebenarnya merupakan distro yang mempunyai sejarah cukup panjang. Sebelum adanya BackTrack, para pekerja didunia keamanan komputer ini harus mengumpulkan dan mengelola software-software yang sering digunakan. 
Instalasi software memang perkara mudah namun sangat merepotkan apalagi, banyak software yang perlu mendapatkan perlakuan khusus seperti fitur injeksi paket, library tertentu dan lain sebagainya.
 Masalah-masalah seperti ini membutuhkan waktu dan tenaga yang tidak sedikit untuk membuat dan menjaga sistem yang penuh dengan berbagai tools ini tetap ‘sehat’ agar selalu siap untuk digunakan. WHOPPIX adalah sebuah distro linux khusus untuk kalangan security profesional yang dibuat berdasarkan distro KNOPPIX, sebuah distro Live CD yang artinya bisa dijalankan langsung dari CD tanpa harus menginstallnya ke dalam harddisk. 

Pada versi 3.0, WHOPPIX yang juga mengambil berbagai exploit dari Securityfocus, Packetstorm, SecurityForest dan Milw0rm ini merubah namanya menjadi WHAX. Pergantian nama ini dilakukan lantaran sistem operasi dasar yang digunakan bukan lagi KNOPPIX namun SLAX yang dianggap lebih modular dan mudah untuk dikutak-katik.
WHAX merupakan singkatan dari
 White Hat and SLAX ini merupakan hasil kerja dari seorang konsultan security dari israel bernama Mati Aharoni yang memang membutuhkan distro spesial semacam ini dalam pekerjaan sehari-harinya.
Pada waktu yang bersamaan, WHAX bukanlah satu-satunya distro
 spesial pake telor yang digunakan oleh para security profesional. Auditor Security Collection merupakan distro dengan tujuan yang sama persis dengan WHAX dengan kumpulan softwarenya yang sangat banyak. Sama seperti WHAX, Auditor yang dibuat berdasarkan distro KNOPPIX ini juga bisa dijalankan langsung dari CD. Auditor terkenal dengan banyaknya tools atau software- software siap pakainya yang jauh lebih banyak daripada WHAX.
Sama-sama merupakan Live CD, sama-sama mengumpulkan tools hacking yang siap digunakan, sama-sama ingin memudahkan pekerjaan sebagai seorang pakar keamanan, sama-sama mempunyai tujuan yang sama maka seperti yang sudah Anda perkirakan, kedua distro ini akhirnya memutuskan untuk kawin, bergabung menjadi satu.
Pada tanggal 26 Mei 2006, BackTrack versi 1.0 dilepas ke-publik setelah team pengembang berhasil menggabungkan kedua distro ini menjadi satu. Versi terakhir dari sistem operasi BackTrack adalah versi BackTrack 5 R3 yang dikeluarkan pada tanggal 13 Agustus 2013. Sistem operasi ini dibuat berdasarkan sistem operasi Ubuntu 10.04 LTS, Linux kernel 3.2.6.

February 5, 2006
BackTrack v.1.0 Beta
May 26, 2006
First release of Backtrack v.1.0
March 6, 2007
BackTrack 2 final released.
June 19, 2008
BackTrack 3 final released.
January 9, 2010
BackTrack 4 final release. (Linux kernel 2.6.30.9)
May 8, 2010
BackTrack 4 R1 release
November 22, 2010
BackTrack 4 R2 release
May 10, 2011
BackTrack 5 release (Linux kernel 2.6.38)
August 18, 2011
BackTrack 5 R1 release (Linux kernel 2.6.39.4)
March 1, 2012
BackTrack 5 R2 release (Linux kernel 3.2.6)
August 13, 2012
BackTrack 5 R3 release

Apa itu Kali linux ? Secara kasar bisa dikatakan bahwa Kali Linux adalah Backtrack versi 6. Lalu kenapa nama Backtrack harus diganti ? Tidak secara jelas dijelaskan oleh Offensive Security namun perkiraan saya adalah karena adanya perubahan sangat mendasar dari sistem operasi yang digunakan. Jika dulunya Backtrack dibuat berdasarkan sistem operasi ubuntu, kini Kali linux menggunakan Debian sebagai sistem operasi dasarnya. Kali linux versi pertama yang direlease pertama kali pada tanggal 13 maret 2013 ini terus mendapatkan penyempurnaan karena mengganti sisem operasi dasar yang digunakan sama juga dengan membangun dari awal semua yang sudah pernah dikerjakan (jangan heran bila dalam beberapa hal, Backtrack 5R3 masih lebih baik dibandingkan Kali linux). Saat buku ini dibuat, kali linux sudah mendapatkan beberapa kali penyempurnaan dalam waktu yang sangat singkat. 


Kali
1.0
13th March, 2013 – Initial release.
Kali
1.0.1
14th March, 2013 – Minor Bugfix Release.
Kali
1.0.2
27th March, 2013 – Minor Bugfix Release and update roll-up.
Kali
1.0.3
26th April, 2013 – Bugfix rollup. New accessibility features. Added live Desktop installer.
Kali
1.0.4
25th July, 2013 – Bugfix rollup. Penetration testing tool additions and updates.
Kali
1.0.5
5th September, 2013 – Bugfix rollup. LVM Encrypted installs, Software Defined Radio (SDR) tools
Kali
1.0.6
9th January, 2014 – Kernel 3.12, cryptsetup nuke option, Amazon AMI, ARM build Scripts


Sumber : http://www.jasakom.com/content.php?1000-Mengenal-BackTrack-dan-Kali-Linux

Fiber Optik

Fiber optik
Pada kabel konvensional seperti twisted pair dan coax, signal data diwakili oleh arus listrik dan kita ketahui memiliki beberapa sifat yang merugikan seperti medan magnet yang ditimbulkan, attenuation dan lain sebagainya. Fiber optik adalah kabel yang berisi kaca didalamnya, bukan tembaga seperti yang biasa anda lihat. Kaca ? sifat kaca memang tidak bisa menghantarkan listrik karena itu, yang dihantarkan kali ini bukan lagi listrik namun cahaya atau tepatnya sinar laser. Wow.

Sinar laser dan cahaya memiliki banyak keunggulan dibandingkan dengan listrik. Cahaya tidak terpengaruh dan tahan terhadap medan elektromagnetis. Dengan sifat demikian, Anda tidak perlu lagi menghindari lampu balast, generator dan perlatan yang mengeluarkan medan elektromagnetis. Selain itu, cahaya juga mampu berjalan dengan kecepatan yang sangat luar biasa. Akibatnya jelas, signal bisa ditransfer melalui jaringan fiber optik mencapai kecepatan yang sangat tinggi, bahkan mencapai 100 Gbps, bandingkan dengan coax yang hanya 10 Mbps. Selain itu, karena sangat sedikitnya pelemahan yang terjadi, signal yang melalui kabel optik juga bisa mencapai jarak yang sangat jauh, sampai 40 km ! luar biasa bukan?

Adalagi keunggulan lain dari fiber optik yaitu lebih aman. Tidak seperti kabel biasa yang bisa di-intip melalui efek elektromagnetis saat signal data melaluinya, pada kabel serat optik hal tersebut tidak terjadi. Kabel Serat optik juga tidak bisa asal dilukai seperti kabel biasa karena hal tersebut akan membuat kaca-kaca didalamnya pecah berantakan dan data yang melaluinya menjadi rusak sama sekali.
Tidak heran, dengan segala keunggulannya, kabel fiber -optik adalah kabel andalan yang digunakan oleh berbagai kota di dunia terutapa oleh ISP, TV-cable, dan perusahaan-perusahaan besar.

Tunggu dulu, jika demikian unggulnya, kenapa jaringan lokal dan jaringan yang digunakan oleh perusahaan-perusahaan kecil bahkan perorangan tidak menggunakan kabel optik saja? boleh-boleh saja asal Anda memiliki dana yang cukup karena kabel fiber optik sangatlah mahal. Biayanya bisa mencapai lebih dari 100 kali lipat kabel twisted pair. Tidak heran, kabel fiber optik hanya cocok digunakan untuk backbone atau jalur utama dari jaringan namun bukan sebagai jalur yang menuju komputer pemakai.

Lalu apakah ada kekurangan lain dari kabel serat optik selain harganya yang mahal ? sayangnya masih ada. Kabel serat optik menggunakan kaca-kaca yang disusun disepanjang jalur kabel dan seperti yang Anda ketahui, kaca bukanlah elemen yang fleksibel seperti tembaga.

Kaca adalah barang yang kaku sehingga tidak heran, Anda tidak bisa menekuk siku (900) kabel fiber optik karena hal tersebut akan membuat kaca-kaca didalamnya menjadi pecah.
Jadi diperlukan penanganan khusus untuk menggunakan fiber optik dan sifat ini membuat kabel fiber optik tidaklah flesibel.Biaya implementasi fiber optik juga jauh lebih mahal karena dibutuhkan tenaga ahli yang memahami karakteristik dari kabel ini. Selain itu, teknisi fiber optik juga harus bisa memasang konektor yang digunakan oleh fiber optik.Bicara soal konektor, kabel fiber optik memiliki beragam jenis konektor yang jumlahnya bisa mencapai sepuluh namun yang paling banyak digunakan hanyalah jenis SC (subscriber connector), ST (straight tip), LC (local connector) dan MT-RJ (mechanical transfer tegistered jack).

SMF dan MMF
Ada dua jenis kabel fiber yaitu SMF (Single-mode fiber) dan MMF (Multimode fiber). Kedua kabel in mempunyai keunggulan dan juga kelemahannya masing-masing.
SMF adalah kabel fiber optik dengan ukuran yang sangat kecil, hanya memiliki diameter sekitar 8-10 micron (inti kabel). Cahaya yang digunakan didalam kabel ini adalah laser sehingga hasilnya adalah kecepatan yang sangat tinggi dan jarak jangkauan yang sangat jauh. Karena sifat ini, kabel SMF sangat banyak digunakan oleh ISP sebagai kabel backbone.

MMF memiliki diameter yang lebih besar dibandingkan dengan SMF, diameternya sekitar 50-62.5 micron. Cahaya yang digunakan didalam kabel ini juga berbeda, yaitu cahaya LED. Dengan cara kerja dan penggunaan cahaya yang berbeda, MMF hanya bisa menjangkau beberapa km (bandingkan dengan SMF yang bisa mencapai puluhan km).


Keunggulan utama dan MMF adalah harganya yang jauh lebih murah sehingga sangat banyak digunakan untuk koneksi jarak pendek seperti hubungan antar switch pada perusahaan.Walaupun berbeda, Anda tetap bisa menghubungkan kabel SMF dan MMF namun diperlukan bantuan konverter. Perhatikan gambar dibawah ini :

1000 SM to MM Fiber Media Converter
Selain konverter antara SMF dan MMF, masih tersebut banyak konverter lainnya yang bisa digunakan untuk menghubungkan kabel fiber dengan jenis kabel lainnya seperti UTP.

Sumber : http://www.jasakom.com/content.php?953-Fiber-Optik