1. Modal
awal untuk belajar pemrograman adalah Motivasi. Kalau motivasi untuk
belajar motivasi besar, Selamat! Anda adalah calon seorang programmer handal.
Fokus selanjutnya adalah mengasah skill untuk belajar pemrograman. Terus
pertahankan motivasi yang telah dimiliki. Jangan sampai motivasi ini pupus
ketika menemui kegagalan.
2. Jangan
mudah menyerah. Memang belajar pemrograman adalah tidak mudah. Butuh
perjuangan, kerja keras, serta pengalaman (jam terbang). Jangan mudah menyerah
ketika banyak error yang muncul ketika membuat program.
3. Jangan
sekali-kali menganggap pemrograman itu adalah sepenuhnya pelajaran
‘Menghapal’. Memang betul, menghapal juga diperlukan yaitu ketika
menghapalkan sintaks dan aturan penulisan dalam program. Tapi secara prinsip,
pemrograman adalah pelajaran cara berpikir dan logika bagaimana menyelesaikan
masalah.
4. Jangan
hanya menjadi tukang ketik. Ketika dosen memberikan contoh program di
kelas atau ketika praktikum, jangan hanya memandang setiap barisan kode program
tersebut sebagai angin lalu dan hanya Anda pindahkan ke kertas atau komputer.
Kalau hanya demikian, sama halnya dengan belajar menjadi tukang ketik. Coba
pahami setiap baris kode dan alur program yang dituliskan guru atau dosen Anda.
Kalau sudah paham, coba tulis program menurut versi sendiri ke buku atau
komputer. Apabila hal ini dilakukan, maka secara tidak sadar telah melatih
logika berpikir dan belajar menuangkan logika berpikir ke dalam bentuk program.
5. Untuk
mendukung pembelajaran, coba cari orang yang mau mengajari. Ketika menemui
masalah dalam belajar pemrograman. Bisa teman dekat, teman di internet atau
bahkan guru dan dosen atau siapapun yang dekat dan memahami hal yang
ditanyakan.
6. Jangan
mengandalkan tatap muka di kelas. Materi pemrograman sangatlah luas. Apa
yang diberikan dosen ketika kuliah itu sangatlah kecil cakupannya dibandingkan
keseluruhan ilmu pemrograman. Cobalah eksplorasi sendiri segala hal tentang
pemrograman. Ada banyak referensi di internet yang membahas tentang tips dan
trik serta teknik dalam pemrograman.
7. Carilah
komunitas yang fokus dengan pemrograman. Di internet ada
banyak forum diskusi via web atau mailing list yang membahas tentang
pemrograman. Ingat bahwa orang yang sering bergaul dengan penjual minyak wangi
maka dia akan ikut menjadi wangi. So, kita adopsi hal ini, banyak-banyaklah
bergaul dengan orang dalam komunitas yang sama-sama interest dengan
pemrograman.
8. Sangat
disarankan memiliki komputer sendiri di rumah atau di kost. Seperti yang
telah saya jelaskan di atas bahwa untuk menguasai pemrograman butuh pengalaman
dan jam terbang yang banyak dalam membuat progam. Kalau tidak memiliki komputer
sendiri, bagaimana bisa menambah jam terbangnya? Untuk belajar pemrograman
tidaklah harus membutuhkan komputer dengan spesifikasi tinggi. Cukup komputer
Pentium III saja itu sudah bisa, kecuali belajar program yang memang butuh
spesifikasi besar misalnya programan berbasis visual. Oya, jangan sekali-kali
mengandalkan jam praktikum di laboratorium karena waktu penggunaannya
sangat-sangat terbatas. Anggap saja ketika beli komputer adalah sebagai
investasi jangka panjang. Yakinlah suatu saat modal untuk membeli komputer itu
akan balik kembali, atau malah akan memberikan return of investment yang jauh
lebih besar.
9. Jangan
hanya mengandalkan catatan atau modul yang diberikan oleh dosen. Isi modul
yang ditulis oleh dosen itu rata-rata masih sedikit kontennya. Berusahalah
mencari referensi sendiri terkait dengan pemrograman. Toh saat ini sudah banyak
buku-buku yang mengulas tentang pemrograman. Kalau ingin yang gratis, coba cari
referensi di internet karena tersedia banyak free ebook yang bisa didownload.
110.
Sebagai pemrogrammer harus selalu ingat
kepada yang maha kuasa, agar jangan lupa tetap menunaikan ibadah. Knowledge
come from The Creator, semakin dekat anda dengan Tuhan, semakin berguna &
enjoy dalam melakukan pemrograman.
11.
Seorang programmer harus bisa mengatur
(memprogram) diri nya – self programming. Dalam hal kepribadianya, contoh
: kapan waktu makan, kapan waktu tidur, kapan waktu beribadah, dan kapan waktu
untuk berkumpul dengan keluarga – tidak coding terus. memprogram waktu dengan
baik.
12.
Seorang orang programmer harus bisa
menjaga kesehatan. Karena logika tidak bisa berjalan tanpa logistik, jadi makanan
pun harus diperhatikan, teratur dan bergizi dengan begitu otak kita bisa
berfikir secara jernih dan cerdas.
13.
Jangan hanya fokus untuk menguntungkan
diri sendiri. Programer seperti itu adalah programer yg egois. Karena
suatu saat ia harus mengetahui bakat yg ia gunakan, haruslah berguna bagi orang
lain.
14.
Layaknya seorang ilmuwan, programer
juga harus terus mencari permasalahan dalam suatu program dan mencari pemecahan
atas masalah tersebut.
15.
Mulailah belajar pemrograman dengan
logika-logika dasar yang kuat. Seorang programmer harus selalu bisa
mengatasi masalah dan memberikan solusi selama itu masih logic, kecuali yang
magic-magic lupakan saja, contoh: memindahkan monas ke papua / memindahkan
tamanmini ke dalam saku.
16.
Jangan takut untuk gagal. Setiap
programmer pasti pernah mengalami kesulitan / bahkan mengalami kegagalan dalam
menyelesaikan suatu project. Maybe, itulah jalan menuju kesuksesan. Yang secara
tidak langsung tanpa Anda sadari.
17.
Luangkan waktu sejenak untuk me-refresh
otak, pikiran dan tenaga. Tak jarang programmer yang stres, terlalu
memaksakan sistem kerja otak tanpa istirahat yang rutin, dikarenakan dikejar
deadline.
18.
Jangan takut untuk “copy
paste”. Tidak diharuskan seorang programmer menulis coding manual.
Disamping untuk mempersingkat waktu, disini seorang programmer di tuntut untuk
mengembangkan kreatifitas. Banyak atau bahkan hampir setiap programmer
menggunakan berbagai macam template.
19.
Jangan hanya asal copy
paste. Rata-rata orang yang asal copy paste program itu tidak berusaha
memahami program yang dia copy. Coba pahami dahulu program yang diperoleh
terutama pada algoritmanya, kalau bisa tulis kembali program tersebut menurut
versi Anda. Boleh sih copy paste, asal juga berusaha memahami makna program di
dalamnya. Syukur-syukur kalau Anda memodifikasi kode programnya.
20.
Jangan lupa mengamalkannya. Karena
ilmu tidak diamalkan bagaikan pohon tidak berbuah, berbagilah (ilmu tidak akan
habis walau dibagi kepada seberapa banyak orang) bahkan dengan ilmu derajat
kita akan terangkat.





