Web Programming adalah adalah proses menulis, mencoba,
memeriksa dan memperbaiki (debug), serta memelihara kode untuk membuat sebuah
program komputer. Kode ini ditulis dalam berbagai bahasa pemrograman. Tujuan
dari pemrograman adalah untuk memuat suatu program yang dapat melakukan suatu
perhitungan atau proses sesuai dengan keinginan si pemrogram Jadi Secara singkat untuk Web programming adalah proses
pembuatan program yang outputnya disajikan oleh Web Browser. Kami belum akan menjelaskan
web programming secara detail dimada ada program berupa server side ataupun
client side. Untuk lebih jelas jenis-jenis dan perkembangan dari Web
programming hal ini bisa dibaca pada web development .Dan bahasa yang digunakan adalah bahasa
HTML. HTML merupakan turunan atau pengembangan dari SGML (Standar Generalized
Markup Language). HTML sendiri dikembangkan oleh Tim Berners-Lee sewaktu masih
bekerja di CERN yang pertama kali dipopulerkan oleh browser Mosaic yang
dikembangkan NCSA. Selama awal tahun 1990an, HTML terus mengalami kemajuan yang
sangat cepat.
Tapi pengembangan
resmi HTML ini baru dikeluarkan pada tahun 1995 yang dikembangkan oleh Internet
Engineering Task Force (IETF). HTML2 yang dikembangkan ini merupakan turunan
dari HTML+ pada tahun 1993. HTML3 yang juga dirilis pada tahun 1995 mempunyai
kemampuan yang jauh lebih bagus dari versi sebelumnya. Merupakan hasil usaha
yang dikembangan oleh World Wide Web Consortium's (W3C) dan kemudian
menghasilkan HTML3.2 pada tahun 1996.
Dan akhirnya terbitlah
HTML4 dan HTML4.1 pada akhir tahun 1997 dan 1998. HTML ini merupakan sebuah
text biasa yang dirancang untuk tidak tergantung pada sistem operasi apapun.
Secara umum
pemrograman web dapat dibagi 2, yaitu: client side scripting dan server side
scripting. perbedaan dari kedua jenis script ini adalah pada bagaimana script
tersebut di proses dan tentu saja dari sintaks program yang digunakan.
1. client side
scripting (CSS), merupakan jenis script yang pengolahannya dilakukan di sisi
client. pengolahan disini berarti “di terjemahkan/ interpreted”. yang memiliki
tugas untuk menterjemahkan script jenis ini disisi client adalah web browser.
agar semua script yang masuk kategori ini dapat diterjemahkan oleh web browser
maka didalam web browser terdapat sebuah komponen/ modul/ “engine” yang
memiliki daftar pustaka (library) yang mampu mengenali semua perintah-perintah
yang terdapat pada kategori client side scripting. berikut contoh web browser
yang populer digunakan: internet explorer, mozilla firefox, opera., safari.
berikut adalah contoh client side scripting: HTML (hypertext markup language),
java script, XML (extensible markup language), CSS (cascading style sheet).
client side scripting merupakan script yang digunakan untuk membuat halaman web
statis.
2. server side
scripting (SSS), merupakan script yang pengolahannya (baca: diterjemahkan) di
sisi server. server yang dimaksud disini adalah sebuah komponen yang biasa
disebut web server yang didalamnya terintegrasi dengan sebuah mesin (engine)/
modul yang didalamnya terdapat daftar pustaka (library) yang mampu
menterjemahkan script-script tersebut yang kemudian setelah di terjemahkan di
server kemudian dikirim (ditampilkan) ke client (web browser) dalam format HTML
(hypertext markup language). mesin (engine) tersebut harus di install terlebih
dahulu karena mesin-mesin tersebut memiliki karakteristik yang berbeda untuk
tiap script (bahasa pemrograman) yang digunakan. berikut contoh server side
scripting: PHP (Hypertext Pre Processor), ASP (active server pages), JSP (java
server pages). server side scripting digunakan untuk membuat halaman web
dinamis. hal ini disebabkan karena server side scripting memiliki kelebihan,
diantaranya: mampu berinteraksi dengan banyak perangkat lunak basis data
(database), mampu mengelola sumber daya yang terdapat di sistem operasi dan
perangkat keras komputer, mampu dijalankan di semua sistem operasi (multi
plattform), aman karena scriptnya di proses di server yang tidak dapat dilihat
dari sisi client (web browser).






0 comments:
Post a Comment